7 Tips Menjalankan Bisnis Online Agar Tetap Bertahan saat Krisis

Contoh Rencana Bisnis Pakaian: Isi dan Cara Membuat - Qoala Indonesia

ayosebarkan.com Bisnis online sedang booming. Kemudahan pembelian produk, fleksibilitas dan biaya tenaga kerja yang rendah menarik banyak orang ke sektor ini. Namun, adanya wabah yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun memberikan dampak yang cukup signifikan bagi bisnis online.

Banyaknya tenaga kerja yang terkena PHK juga menurunkan daya beli. Jika Anda tidak melakukan perubahan, bisnis Anda bisa mati. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Anda perlu menerapkan beberapa tips berbisnis agar bisa bertahan di tengah krisis. Berikut adalah tujuh tips untuk diikuti:

1. Lebih Berhemat

Di tengah kondisi krisis, Anda tentunya harus lebih berhemat terhadap pengeluaran agar likuiditas tidak terus anjlok. Contohnya saja dengan menekan tagihan listrik dan internet. Hindari untuk berbelanja stok produk toko yang bisa menguras dana dalam jumlah lebih besar. Lebih baik habiskan dulu persediaan barang yang sudah ada, baru berbelanja lagi dalam jumlah kecil.

Untuk pengiriman barang, carilah ekspedisi yang mematok harga lebih murah. Kalau masih terjangkau, tak ada salahnya untuk diambil sendiri supaya tidak memerlukan biaya tambahan kurir.

2. Mengecek Kondisi Keuangan

Ketika krisis melanda, penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi keuangan (likuiditas) pada bisnis yang Anda jalankan. Likuiditas ibarat dana darurat dalam keuangan rumah tangga. Jika kondisinya tidak aman, maka nasib bisnis Anda dapat terancam.

Lakukan pengecekan dengan menghitung tingkat likuiditas yang Anda miliki saat ini. Likuiditas yang ideal adalah yang masih bisa menutupi operasional selama 12 bulan ke depan. Jika kurang dari waktu tersebut, Anda perlu mencari jalan keluar untuk mengamankannya agar bisnis Anda tidak mengalami kerugian atau yang terburuk adalah bangkrut.

3. Berikan Pengertian pada Pegawai

Tak ada yang tahu kapan krisis akan berakhir, sehingga semua orang perlu merasa prihatin. Termasuk pegawai yang bekerja dengan Anda. Sebagai pemilik bisnis, Anda perlu mengajak pegawai Anda untuk berdiskusi terkait kondisi saat ini. Ajak mereka untuk saling membantu dan memperkuat diri agar bisa terus mempertahankan bisnis bersama-sama.

Berikan mereka pengertian bahwa saat ini yang terpenting adalah mempertahankan keberlangsungan bisnis untuk menghindari bangkrut yang dapat memicu PHK. Untuk itu, pegawai Anda harus melupakan terlebih dulu tentang pemberian bonus atau kenaikan gaji hingga kondisi sudah lebih baik.

4. Mempersiapkan Diri Menghadapi Hal Terburuk

bisnis online

Di tengah krisis, sah-sah saja untuk ingin terus berpikir positif terhadap bisnis online Anda. Namun, Anda juga perlu mempersiapkan diri Anda untuk menghadapi hal terburuk yang bisa saja terjadi. Misalnya saja pasar yang tiba-tiba menurun, pembatalan permintaan, atau gangguan di supply chain.

Untuk itu, Anda sebaiknya membuat business plan atau rancangan bisnis yang memuat forecast atau proyeksi atas kelangsungan bisnis Anda setidaknya sampai setahun ke depan. Beberapa poin yang perlu Anda sertakan dalam rancangan ini seperti kelanjutan permodalan, pendapatan usaha, tingkat pengeluaran, dan sebagainya.

5. Mengoptimalkan Teknologi Pendukung

Jangan sia-siakan keberadaan teknologi yang bisa mendukung apapun bisnis online Anda. Gunakan aplikasi Zoom atau Google Meet untuk video conference call dengan klien. Anda juga bisa menggunakan aplikasi WhatsApp Business atau WhatsApp Business API untuk memudahkan Anda melayani pertanyaan atau keluhan konsumen. Ada juga aplikasi working deck, seperti Trello dan Slack, untuk memantau kerja tim. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, kinerja bisnis Anda akan lebih efisien dan tentunya mampu meningkatkan produktivitas bisnis Anda.

6. Tingkatkan Penjualan dengan Cara Termurah

Jangan patah semangat dulu. Anda harus tetap meningkatkan penjualan sesuai target, tapi dengan biaya yang paling murah. Caranya bisa dengan memberikan promo, voucher, atau diskon terhadap produk yang Anda jual. Tidak perlu mengambil keuntungan yang besar, tapi yang terpenting sekarang Anda bisa memperoleh pemasukan untuk tetap menghidupkan bisnis sekaligus mencukupi kebutuhan harian Anda.

Anda juga bisa melakukan pemasaran dengan lebih gencar melalui media sosial, website, atau aplikasi chat yang tidak membutuhkan biaya alias gratis. Semakin sering Anda mengiklankan produk Anda, semakin sering pula masyarakat melihatnya.

7. Mengkampanyekan Kelebihan Layanan

Dari sekian banyak toko online dengan segmen bisnis sama, pasti konsumen akan memilih toko yang memiliki kelebihan dibandingkan toko lainnya. Hal ini perlu Anda terapkan dalam bisnis online Anda.

Buatlah pelayanan yang tidak dimiliki oleh toko lainnya dan kampanyekan di toko Anda supaya para konsumen mengetahuinya. Sebagai contoh, Anda memasang fitur komunikasi digital untuk mempermudah interaksi dengan pelanggan, seperti memakai WhatsApp Business API. Melalui teknologi ini, Anda bisa mengatur fitur menjawab pesan otomatis, sehingga konsumen akan mendapatkan jawaban secara cepat meski sudah bukan jam operasional toko.


Post Views:
1

Tinggalkan Balasan